Puskesmas Baturraden II Tingkatkan Kewaspadaan DBD Melalui PSN dan Survei Vektor di Karangsalam Lor

Dilihat : 256 Kali, Updated: Jumat, 31 Juli 2026
Puskesmas Baturraden II Tingkatkan Kewaspadaan DBD Melalui PSN dan Survei Vektor di Karangsalam Lor

 

Baturraden - Puskesmas Baturraden II melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sekaligus Survei Vektor di Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta menekan risiko penularannya di masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan petugas kesehatan Puskesmas Baturraden II, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Petugas melakukan pemeriksaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, baik di dalam maupun di luar rumah, sekaligus mengidentifikasi keberadaan jentik melalui survei vektor. Pemeriksaan jentik dan survei berkala merupakan bagian penting dari pengendalian DBD untuk mengetahui kepadatan vektor sekaligus mengevaluasi keberhasilan upaya pemberantasan sarang nyamuk.

Selain pemeriksaan, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan PSN 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
  • Ditambah berbagai langkah pencegahan lainnya, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air.

Kepala Puskesmas Baturraden II menyampaikan bahwa keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PSN dan Survei Vektor diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk rutin memantau lingkungan sekitar serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Baturraden II berkomitmen untuk terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Sinergi antara petugas kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Komentar